Rabu, 22 April 2020

PERAN IQ, EQ, SQ, DAN AQ DALAM KEHIDUPAN




Assalamualaikum,

Teman-teman mahasiswa yang saya banggakan, kita tahu bahwa Allah menciptakan manusia agar mereka menjadi khalifah di muka bumi, mereka telah dibekali dengan apa saja yang telah dibutuhkan untuk kepentingan kekhalifahan ini. Tampak jelas bahwa Allah telah memberi mereka ilmu sebagai kepentingan utama untuk semua itu, sebagaimana bekal yang mula-mula Allah berikan kepada Nabi Adam a.s., yaitu al ‘ilmu.

وَعَلَّمَ ءَادَمَ ٱلۡأَسۡمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمۡ عَلَى ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ فَقَالَ أَنۢبِ‍ُٔونِي بِأَسۡمَآءِ هَٰٓؤُلَآءِ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٣١
Artinya:
“Allah telah mengajarkan Adam tentang nama-nama (karakteristik) semua yang ada.” (Al – Baqoroh: 31)

Dalam konsep dasar pendidikan dan psikologi Islam, telah kita yakini bahwa setiap manusia yang lahir di dunia membawa fitrahnya masing-masing. Sesuai dengan firman Allah SWT :

فَأَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفٗاۚ فِطۡرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيۡهَاۚ لَا تَبۡدِيلَ لِخَلۡقِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ٣٠

Artinya:
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah di atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui"  (Ar Rum 30: 30)

Fitrah yang disebut dalam dalil di atas sesungguhnya adalah potensi. Potensi adalah kemampuan. Jadi fitrah yang dimaksud disini adalah pembawaan manusia yang dianugerahkan oleh Allah sebagai bekal dalam mengarungi kehidupan di dunia. Sehingga para ilmuwan sepakat disebut sebagai talenta. Dan kemampuan-kemampuan dalam dirinya disebut sebagai kecerdasan.

Sebagian besar orang menggap kecerdasan itu hanya sebatas kemampuan menyelesaikan masalah akademik saja. Keyakinan semakin berat ketika ditunjukkan dengan hasil angka-angka absolut sebagai representasi dari kemampuan tersebut. Padahal semua itu bukanlah menjadi ukuran mutlak atas keberhasilan seseorang.
Nah, berikut akan kita bahas secara sederhana terkait anugerah besar Tuhan ini dari sudut pandang dan teori dari para ilmuwan.

Kecerdasan Intelektual
Kecerdasan intelektual atau yang biasa disebut dengan IQ merupakan kecerdasan yang dibangun oleh otak kiri. Kecerdasan ini mencakup kecerdasan linear, matematik, dan logis sistematis. Kecerdasan ini menghasilkan pola pikir yang berdasarkan logika, tepat, akurat, dan dapat dipercaya. Orang dengan kecerdasan ini akan mampu memiliki analisis yang tajam dan memiliki kemampuan untuk menyusun strategi dengan baik.

Kecerdasan Emosional
Kecerdasan emosional merupakan kemampuan individu untuk mengenal emosi diri sendiri, emosi orang lain, memotivasi diri sendiri, dan mengelola dengan baik emosi pada diri sendiri dalam berhubungan dengan orang lain. Orang dengan EQ yang baik, mampu menyelesaikan dan bertanggung jawab penuh pada pekerjaan, mudah bersosialisasi, mampu membuat keputusan yang manusiawi, dan berpegang pada komitmen.
Dalam teorinya Robert K.Cooper, Ph.D. menjawab bahwa kecerdasan Emosi adalah kemampuan merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan daya emosi sebagai sumber energi, informasi, koneksi dan pengaruh yang manusiawi.

Kecerdasan Spiritual
Kecerdasan spiritual berhubungan dengan perlindungan dan pengembangan jiwa, yang dalam Kamus Bahasa Inggris Oxford didefinisikan sebagai “identitas moral dan emosional” serta intensitas dari “energi intelektual dan emosional”.
Seorang pakar spiritual mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kemampuan menggunakan spiritualisme sebagai cara untuk mencapai tujuan dan memecahkan masalah. Menurutnya kecerdasan spiritual terdiri dari empat kemampuan berikut:
  • Mampu mengendalikan tubuh dan benda di sekitar.
  • Mampu mengambil manfaat dan makna dari pengalaman sehari-hari.
  • Mampu memanfaatkan sumber daya spiritual untuk memecahkan masalah.
  • Berbudi luhur.

AQ (Adversity Quotient)
AQ (Adversity Quotient) adalah kecerdasan seseorang dalam mengatasi tantangan atau kesulitan hidup tanpa merasa putus asa. Setiap individu memiliki pola pikir yang berbeda2 dalam memandang "Adversity" (tantangan, kesulitan, hambatan maupun emosi). Hanya individu yang ber AQ tinggi mampu bertahan hidup (survive).

Melihat dari paparan diatas, sejenak pasti terbesit dalam benak kita bahwa diantara kecerdasan itu memiliki prioritas yang harus kita kembangkan secara maksimal. Hingga muncul pertanyaan, diantara kecerdasan diatas, manakah yang lebih baik ? atau,  manakah yang paling bisa mendorong kesuksesan kita ? tentunya jawaban yang pasti TIDAK ADA ! karena semua kecerdasan diatas itu saling bersinergi satu sama lain. bahkan masing-masing kecerdasan memiliki ruang, waktu, dan daya guna tersendiri dalam memecahkan masalah hidup yang sangat dinamis ini.  

Sadar, bahwa orang yang cerdas dan berIQ tinggi tidak akan dihormati jika dia tidak menghormati orang lain. Ataupun orang yang cerdas,  pandai bersosialisasi tapi tidak bisa survive menghadapi hidup dan selalu merasa putus asa juga tidak akan bisa bertahan. IQ, EQ, SQ dan AQ ibarat anggota tubuh, saling memberikan manfaat dan haruslah tumbuh bersama agar bisa digunakan sebagaimana fungsinya. Walaupun ada salah satu yang dominan bukan berarti kecerdasan yang lain tidak bisa dioptimalkan.

Inilah sesungguhnya wujud anugerah Allah Yang Maha Kuasa yang begitu kompleks namun memiliki esensi berupa manfaat yang luar biasa jika kita mau berfikir. Lantas nikmat mana lagi yang akan engkau dustakan ? Subhanallah. Wallaahu a’lam bisshawab.

Wassalamualaikum Wr. Wb.